Wujudkan Program Membangun Desa Menata Kota, BPBD Provsu Gelar Bimtek ke Fasda

Wujudkan Program Membangun Desa Menata Kota, BPBD Provsu Gelar Bimtek ke Fasda

Wujudkan Program Membangun Desa Menata Kota, BPBD Provsu Gelar Bimtek ke Fasda

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) memberi Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada jajaran Fasilitator Daerah (Fasda) Penanggulangan Bencana yang bertugas melakukan fasilitasi dan pendampingan kepada masyarakat desa/kelurahan dalam mengidentifikasi ancaman, kerentanan serta kapasitas untuk menghadapi bencana.

Kegiatan Bimtek tersebut diselenggarakan di kantor BPBD Provsu, Jl. Medan-Binjai, KM 10,3 No.8, Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (4/2/2021).

“Dalam mewujudkan program ‘Membangun Desa Menata Kota’ sebagaimana yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dibawah kepemimpinan Bapak Gubernur Edy Rahmayadi dan Bapak Wakil Gubernur Musa Rejeckshah, maka dalam hal ini Fasda harus menjadi garda terdepan untuk mengawal program tersebut,” ujar Plt BPBD Provsu Plt Kepala BPBD Provsu Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, M.Si yang diwakili Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Gelora Viva Sinulingga, SE, MM saat membuka kegiatan.

Plt Kepala BPBD Provsu menerangkan lebih lanjut, bahwa sejauh ini telah terbentuk 355 Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) di seluruh Kabupaten/Kota se Sumut sejak tahun 2019. Adapun sebanyak 144 Destana/Keltana yang telah terbentuk tersebut telah diberikan pendampingan oleh Fasda. Masing-masing 42 Destana/Keltana di tahun 2019, 48 di tahun 2020 dan 54 di tahun 2021.

“Destana dan Keltana yang sudah dan akan dikembangkan atau fasilitasi oleh Fasda Sumut dari tahun 2019 hingga 2021 ini berjumlah 144 yang tersebar di masing-masing Kabupaten/Kota se Sumut. Adapun Destana/Keltana yang terbentuk sejauh ini telah melahirkan masyarakat sadar bencana, sementara kehadiran Fasda di Destana dalam memberikan pendampingan akan mendorong masyarakat tangguh bencana,” harapnya.

Selanjutnya keberadaan Fasda di Destana juga dapat menjadi agen perubahan di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda. “Ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda, keberadaan Fasda juga harus menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat desa, khususnya dalam rangka wujudkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas atau interaksi,” lanjutnya.

Dalam bimtek yang digelar turut diberikan pelatihan terkait penggunaan aplikasi InaRISK, yakni aplikasi untuk mengetahui bahaya kebencanaan di sekitar pengguna, serta upaya yang dapat dilakukan secara mandiri dalam menghadapi bencana. Aplikasi ini menggunakan hasil kajian yang dibangun oleh BNPB bersama Kementerian/Lembaga terkait, serta dukungan Organisasi Kebencanaan yang ada di Indonesia.

Melalui bimtek tersebut, turut diberikan pula pelatihan terkait pemetaaan parsitipatif dalam rangka mengurangi risiko bencana di Destana yang akan dituju. Diberikan juga pelatihan terkait sistem pelaporan Fasda yang akan melakukan kegiatan di lapangan.

Suasana Bimtek Fasda yang digelar di Kantor BPBD Provsu

Adapun sejumlah narasumber dalam kegiatan bimtek tersebut, diantaranya Kasubbid Pengurangan Risiko Bencana BPBD Provsu Drs. Dariyus M. Sinulingga, Kasubbid Kesiapsiagaan Muhammad Ridwan, ST dan Penyuluh Bencana Rayendra Ginting, ST.

Turut mendukung jajaran BPBD Provsu lainnya dalam terselenggaranya kegiatan bimtek, diantaranya Penelaah Behan Kajian Bencana Alam Rosmaniar, S.Psi, Analisis Mitigasi Bencana Vutry Maria S, SKM, M.Kes dan Penyuluh Bencana Halimka Siregar, A.Md.

Keterangan Cover Foto: Plt BPBD Provsu Plt Kepala BPBD Provsu Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, M.Si yang diwakili Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Gelora Viva Sinulingga, SE, MM saat membuka kegiatan bimtek, Kamis (4/2/2021).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X