TIM URC Pemprov Sumut Pastikan Virus Hog Cholera tidak Menginfeksi Manusia

TIM URC Pemprov Sumut Pastikan Virus Hog Cholera tidak Menginfeksi Manusia

TIM URC Pemprov Sumut Pastikan Virus Hog Cholera tidak Menginfeksi Manusia

Merebaknya virus hog cholera yang menyerang dan membuat ribuan ternak babi mati di sejumlah daerah di Sumatera Utara telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menyikapi hal itu, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Pencegahan dan Penanganan Virus Hog Cholera Babi dari Pemprov Sumut memastikan bahwa virus tersebut hanya menyerang hewan ternak babi dan belum ditemukan menginfeksi manusia.

Hal tersebut disampaikan Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut M. Azhar Harahap Sp, M.MA, saat jumpa pers yang digelar di Kantor BPBD Sumut, Jalan Medan – Binjai, Km 10,3 Nomor 8, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (10/11/2019). “Virus hog cholera hanya menyerang babi, dan belum ditemukan menginfeksi manusia,” kata Azhar.

Dalam kesempatan tersebut Azhar turut menerangkan bahwa tim sudah bekerja, sehingga dari penemuan di lapangan penyakit tersebut hanya menyerang ternak babi, ditambahkan bahwa ternak yang telah terinfeksi virus hog cholera tidak bisa diobati.

“Tim sudah bekerja, penyakit ini hanya menyerang ternak babi, ternak yang terinfeksi virus hog cholera pun tidak bisa diobati, kita hanya bisa melakukan upaya pencegahan virus dengan melakukan sanitasi terhadap kandang, dan pemberian vitamin, serta vaksin kepada ternak yang sehat,” terangnya.

Lebih lanjut Azhar mengatakan, bahwa virus hog cholera telah ditemukan sejak 29 September 2019, lewat surat yang disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Dairi ke Dinas Ketahanan pangan dan Peternakan Pemprov Sumut.

“Kami pun langsung menyikapi serius laporan tersebut dengan melakukan pengambilan sampel darah babi di beberapa kabupaten, seperti di Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Deli Serdang. Dari hasil laboratorium menyatakan itu positif hog cholera,” ucapnya.

Hingga kini telah ditemukan 4.682 ekor babi yang mati karena hog cholera, dari jumlah populasi babi di Sumut sebanyak 1,2 juta ekor. Ada 11 kabupaten yang ditemukan babi mati karena hog cholera, yakni di Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Deliserdang, Medan, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Samosir.

Untuk penanganan bangkai babi yang terinfeksi virus hog cholera, Azhar pun mengimbau jangan menunda untuk menguburkan. “Untuk ternak yang telah mati, harus segera dilakukan pemusnahan ternak babi yang telah mati, lakukan penguburan dan pemusnahan dengan dibakar, jangan dibuang ke sungai atau pun dibuang ke hutan,” tambahnya.

Tidak Menular ke Manusia

Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr. Alwi Mujahit Hasibuan, M. Kes yang hadir dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan bahwa virus hog cholera hanya menular dari babi ke babi dan tidak ada kasus virus tersebut menular ke ternak lain atau pun ke manusia.

“Sampai saat ini virus tersebut hanya menular dari babi ke babi, belum ada laporan bisa menginfeksi lain, namun dengan gaya adanya pembuangan bangkai babi ke sungai maka akan terjadi pencemaran air, yang bisa menimbulkan penyakit diare, namun saat ini juga belum ditemukan kasus karena pencemaran air tersebut,” katanya.

Alwi turut berharap agar bangkai yang telah dibuang ke sungai atau pun ke hutan agar segera dievakuasi. “Kami pun berharap agar bangkai babi ini segera dievakuasi dari sungai, sehingga air di aliran sungai tidak tercemari lagi, dan kemudian mengubur bangkai tersebut, sehingga wabahnya tidak menimbulkan penyakit lain,” tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumut Dr. Ir. Binsar Situmorang,M.Si,MAP pun turut menjelaskan terkait dampak lingkungan hidup terkait pembuangan bangkai babi ke sungai. “Pada tanggal 6 November silam, kami telah mengambil sampel air dari Sungai Badera dan Sungai Deli, dimana hasil dari sampelnya itu akan kami umumkan secepatnya ,” ucap Binsar.

Kepala BPBD Provsu DR. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, MSi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dirinya menjadi fasilitator tim URC Pencegahan dan Penanganan Virus Hog Cholera Babi yang terdiri dari beberapa OPD di jajaran Pemprov Sumut.

“Tim URC Pencegahan dan Penanganan Peredaran Virus Hog Cholera Babi ini terdiri dari beberapa OPD Pemprov Sumut. BPBD Provsu ditunjuk oleh Bapak Gubernur sebagai fasilitatornya,” kata Riadil.

Acara jumpa pers yang digelar di Kantor BPBD Provsu juga turut dihadiri Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Hendra Dermawan Siregar SSTP MSP dan Kadis Dinas SDA Tata Ruang dan Cipta Karya Sumut Alfi Syahriza ST MEng Sc.

Sebelumnya, secara terpisah Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengimbau agar warga tidak membuang ternak babi yang mati ke aliran sungai, karena itu melanggar Undang-Undang No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

“Dilarang membuang ternak babi yang mati ke sungai atau ke hutan dan segera menguburnya. PPNS kita akan bekerja sama dengan kepolisian siap menindak siapa saja yang melanggarnya,” ujar Gubernur.

Keterangan foto: Konferensi pers terkait virus hog cholera oleh tim URC Pemprovsu yang digelar di Kantor BPBD Sumut, Jalan Medan – Binjai, Km 10,3, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (10/11/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X