Proses Pembersihan Bangkai Babi di Danau Siombak Masih Berlanjut

Proses Pembersihan Bangkai Babi di Danau Siombak Masih Berlanjut

Proses Pembersihan Bangkai Babi di Danau Siombak Masih Berlanjut

Proses pembersihan bangkai babi yang mati akibat virus hog cholera di Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, masih terus dilanjutkan oleh tim unit reaksi cepat (URC) Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada, Rabu (13/11/2019).

Aksi pembersihan Danau Siombak tersebut merupakan tindakan lanjutan setelah pada, Selasa (12/11/2019) sudah dilakukan penguburan massal terhadap 351 bangkai babi dengan menggali lima lubang menggunakan eksavator amfibi.

“Tindakan pembersihan Danau Siombak dari bangkai babi yang terkena virus hog cholera masih terus dilakukan. Ini merupakan tindakan lanjutan dari penguburan massal bangkai babi yang telah dilakukan sebelumnya. Upaya pembersihan ini merupakan langkah antisipasi agar Danau Siombak benar-benar bersih dari keberadaan bangkai babi,” kata Camat Medan Marelan Muhammad Yunus, S.STP.

Camat Medan Marelan menjelaskan bahwa tindakan pembersihan lanjutan Danau Siombak tersebut, menurunkan tim dari jajaran Pemko Medan, yaitu dari Kecamatan Medan Marelan, Kelurahan Paya Pasir, serta dibantu oleh BPBD Kota Medan.

“Selain dari pihak Pemko Medan, juga turut hadir jajaran BPBD Provinsi Sumatera Utara, pihak Polres Pelabuhan Belawan, dan Kodim 0201 Bukit Barisan,” kata Muhammad Yunus, S.STP.

Lebih lanjut Muhammad Yunus, S.STP mengatakan, proses penguburan bangkai babi masih akan terus dilakukan bila ditemukan lagi. “Bila bangkai babi masih kita temukan dari Danau Siombak, maka proses penguburan masih tetap dilakukan. Selain tim yang terus mencari kemungkinan adanya bangkai babi yang tersisa, eksavator amfibi masih tetap kita siagakan di lapangan,” ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) mengimbau kabupaten/kota membentuk pokso di tingkat kecamatan, untuk mengantisipasi penyebaran virus hog cholera Babi dan mempercepat evakuasi bangkai babi yang dibuang sembarangan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut M. Azhar Harahap Sp, M.MA, Selasa (12/11), terkait penanganan virus hog cholera babi di Sumut. “Sesuai instruksi Gubernur, untuk mempercepat penanganan virus hog cholera babi dan mengantisipasi penyebarannya, diimbau kabupaten/kota membuat posko di tingkat kecamatan, terutama di daerah-daerah yang sudah terserang virus,” ujar Azhar.

Tim URC turun dari perahu karet usai melakukan penyisiran bangkai babi yang terkena virus hog cholera di Danau Siombak

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, saat ini posko di tingkat kecamatan tersebut sudah mulai bekerja. Melalui posko ini diharapkan dapat lebih cepat menerima informasi dari masyarakat jika ada temuan tentang kasus virus hog cholera babi. Sehingga dapat segera dilakukan tindakan penanganan secepatnya.

“Jadi posko di setiap kecamatan sudah mulai bekerja, agar pelaporan mengenai virus hog cholera babi ini dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Keterangan cover foto: Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masih melakukan pembersihan sisa-sisa bangkai babi akibat terkena virus hog cholera di Danau Siombak, Rabu (13/11/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X