Gubernur Sumut: Grand Design Penanganan Banjir Kota Medan Harus Segera Diselesaikan

Gubernur Sumut: Grand Design Penanganan Banjir Kota Medan Harus Segera Diselesaikan

Gubernur Sumut: Grand Design Penanganan Banjir Kota Medan Harus Segera Diselesaikan

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta penanganan banjir Kota Medan harus menjadi prioritas dan dilakukan dengan cepat, sehingga hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Ungkapan tersebut disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat memimpin rapat koordinasi penanganan banjir Kota Medan dan sekitarnya di ruang rapat lantai 10 Kantor Gubernur Sumut, Jl Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (8/5/2019).

“Harus ada skala prioritas untuk menangani banjir ini, agar masyarakat bisa langsung mendapatkan hasilnya dan banjir berkurang secara signifikan,” kata Gubernur.

Edy Rahmayadi menyebutkan bahwa skala prioritas juga diperlukan karena anggaran yang tersedia sangat terbatas. Oleh sebab itu, perlu dipilah mana-mana yang mendesak dan penting agar segera dilakukan dan berdampak pada masyarakat.

“Kita perlu prioritas juga karena dana yang kita miliki terbatas, sehingga kita perlu memfilter mana-mana saja yang bila dilakukan, normalisasi atau apapun itu, akan berdampak besar pada masyarakat,” katanya.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa perlu adanya Grand Design untuk menangani banjir Kota Medan yang akan menjadi patokan untuk menyelesaikan masalah ini.

“Saya berarap setelah rapat ini ada grand design penanganan banjir Medan dengan waktu yang terukur dan cepat, apakah 2-3 tahun. Kita pastikan Kota Medan bebas banjir. Jadi kita bisa bekerja secara menyeluruh dan terprogram dengan rapi. Tujuannya tentu agar ini bisa cepat kita lakukan, ketika ada pernyataan kapan Medan tidak banjir lagi, kita bisa menjawab,” terangnya.

Sementara dalam kesempatan rapat tersebut, Akademisi USU yang juga mantan Pimpro Penanganan Banjir Citarum, Asman Sembiring mengatakan masalah banjir di Medan tidak sesulit Jakarta, bahkan menurutnya harusnya Medan tidak banjir.

“Melihat kemiringannya, harusnya Medan tidak banjir. Medan itu ada di kemiringan 15 sampai dengan 60 msl, itu harusnya sangat bagus untuk mengalirkan air. Namun, yang menjadi masalah sekarang banyaknya saluran tumpat atau sungai yang mengalami pendangkalan, jadi dia tidak mampu lagi menahan debit air yang datang,” katanya.

Penyebab utama terbesar banjir Kota Medan adalah meluapnya sungai-sungai utama seperti Sungai Belawan, Badera, Deli, Babura, Sei Kambing, Selayang dan Sei Putih. “Sungai-sungai itu berada di bawah wewenang Pemerintah Pusat melalui BWSS II. Artinya peran Pemerintah Pusat dalam Banjir Kota Medan sangat besar,” paparnya.

Kemudian, yang menjadi masalah penanganan banjir Medan adalah masalah sosial, pemukiman penduduk yang semakin padat dan dibangun tanpa memperhitungkan aliran sungai atau drainase yang sudah ada.

“Secara teknis penanganan banjir Medan tidak sulit, tetapi yang membuat sulit adalah masalah sosialnya. Pemukiman penduduk yang semakin padat dan dibangun tanpa memperhitungkan aliran air, bahkan ada yang malah mempersempit dan aliran sungai. Ditambah dengan sampah, aliran-aliran sungai yang menyempit dan mendangkal akhirnya meluap,” tambahnya.

Kepala BWSS II Roy Panagom Pardede mengatakan, pihaknya terus bergerak untuk melakukan normalisasi sungai-sungai yang ada di Provinsi Sumut, terutama saat ini untuk sungai di Medan seperti sekitar lokasi Pamen, Kampung Mandailing, Medan Baru, Polonia dan Karya Darma Ujung.

“Selanjutnya kita akan menormalisasi daerah sekitar Jamin Ginting, Hotel Cambridge, Sungai Babura, Sungai Deli dan sungai lainnya,” katanya.

Rapat koordinasi penanganan banjir Kota Medan tersebut turut diikuti oleh Wakil Gubernur Sumut Musa Rejekshah, Pangdam I BB/Bukit Barisan MS Fadhilah, Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Selamat Rasidi, Kepala Dinas BMBK Provsu, Kepala Dinas Disperindag Provsu, Bappedasu, Dir Binmas Poldasu Parluatan Siregar serta OPD Pemprov Sumut terkait.

Keterangan foto: Rapat koordinasi penanganan banjir Kota Medan dan sekitarnya yang digelar di ruang rapat lantai 10 Kantor Gubernur Sumut, Jl Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (8/5/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X