BNPB Minta Tingkatkan Kewaspadaan atas Bibit Siklon Tropis 94W

BNPB Minta Tingkatkan Kewaspadaan atas Bibit Siklon Tropis 94W

BNPB Minta Tingkatkan Kewaspadaan atas Bibit Siklon Tropis 94W

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) meminta 30 gubernur di Indonesia untuk mewaspadai potensi bibit siklon tropis 94W. Hal tersebut disampaikan melalui surat BNPB Nomor: B-21/BNPB/D II/PK.03.02/04/2021 tanggal 13 April 2021.

“BMKG sebagai Tropycal Cyclone Warning Center mendeteksi adanya Potensi Bibit Siklon Tropis 94W di Samudera Pasifik dari Timur Laut Papua yang berpotensi menguat menjadi siklon tropis dalam seminggu kedepan. Bibit siklon tropis ini mempengaruhi wilayah bagian utara Indonesia, khususnya daerah Timur seperti Sulawesi, Kepulauan Maluku, Papua Barat, Papua, serta beberapa daerah lainnya di Indonesia. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kecang dan tinggi gelombang yang akan terjadi pada tanggal 13-19 April 2021,” demikian isi surat tersebut.

Sehubungan dengan hal tersebut, diharapkan Pemerintah Provinsi dapat mengintruksikan Kabupaten/Kota di wilayahnya masing-masing:

  1. Meningatkan koordinasi dengan BMKG di wilayahnya masing-masing atau monitoring perkembangan Potensi Bibit Siklon Tropis 94W melalui website BMKG untuk memperoleh informasi peringatan dini guna mempercepat penyebarluasan informasi peringatan dini bencana, serta menyusun rencana tindak dan pengambilan keputusan;
  2. Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkannya serta banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin;
  3. Meningkatkan koordinasi antar dinas terkait dan aparatur untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan sesuai tugas pokok fungsi dan kewenangannya masing-masing guna mencegah dampak yang mungkin timbul, antara lain:
  • a). Melakukan sosialisasi/mengkoordinasikan masyarakat untuk menjauh dari lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon/tegakan mudah tumbang, dan tepi pantai khususnya yang bermukim di wilayah yang risiko tinggi;
  • b). Menyiapkan dan mengelola seluruh sumber daya manusia, logistik dan peralatan, penyiapan sarana dan prasarana untuk penanganan keadaan darurat bencana (jalur dan tempat evakuasi, lokasi pengungsian).

Peringatan BNPB ini ditujukan kepada gubernur di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Terkait surat BNPB atas potensi Bibit Siklon Tropis 94W, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) M. Mahfullah Pratama Daulay, S.STP, M.AP menyampaikan bahwa pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan segera menindaklanjuti ke kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Utara.

“Kami akan menindaklanjuti surat dari BNPB terkait potensi Bibit Siklon Tropis 94W ini ke Bupati dan Wali Kota se Sumatera Utara melalui surat edaran dari Bapak Gubernur,” kata Plt Kepala BPBD Provsu.

Keterangan foto: Citra satelit yang menunjukkan adanya pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 94W (lingkaran biru) di Samudera Pasifik utara Papua /Sumber: Dok. BMKG/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X