Antisipasi Karhutla, Apel Siaga Digelar di Sumatera Utara

Antisipasi Karhutla, Apel Siaga Digelar di Sumatera Utara

Antisipasi Karhutla, Apel Siaga Digelar di Sumatera Utara

Gabungan dari masing-masing instansi dan stakeholder terkait yang menangani kebakaran hutan lahan (karhutla) di Sumatera Utara menggelar apel siaga yang dilaksanakan di lapangan Polda Sumatera Utara, Selasa (23/3/2021) pagi.

Apel siaga ini dipimpin oleh Kapolda Sumatera Utara yang diwakili oleh Wakapolda Brigjen. Pol. Dr. H. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si dan turut dihadiri oleh Pangdam I/ Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin SIP, MM, Plt Kepala BPBD Provsu DR. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, MSi, Kepala Kantor Basarnas Medan Toto Mulyono, S.E dan para petinggi instansi terkait.

Dalam arahannya, Wakapolda menyampaikan instruksi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi agar seluruh instansi dan stakeholder dapat berkoordinasi dan berkolaborasi dalam menanggulangi karhutla di Sumatera Utara. “Saling bahu-membahu dan bekerjasama agar Sumatera Utara terhindar dari ancaman kebakaran hutan,” katanya.

Wakapolda turut menyampaikan, bahwa sudah semestinya apel siaga dilaksanakan, mengingat saat ini seperti yang disampaikan BMKG bahwa Provinsi Sumatera Utara telah memasuki musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, khususnya daerah Tapteng, Tapsel dan Madina.

“Pada tahun 2020 penanganan karhutla sudah terkoordinasi dengan baik, dan mengalami jumlah penurunan titik hotspot yang signifikan dari tahun 2019 ke 2020. Tentu dalam hal ini kita harus terus berkoordinasi dan berkolaborasi agar Provinsi Sumatera Utara terhindar dari bencana karhutla,” terang Wakapolda.

Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana BPBD Sumut turut serta dalam kegiatan Apel Siaga Karhutla

Sebagaimana diketahui, Provinsi Sumatera Utara memiliki hutan seluas 3,7 juta hektare dan terdapat 600 ribu hektare lahan gambut. Dengan luasnya wilayah hutan tersebut, kebakaran hutan masih kerap terjadi, baik akibat disengaja karena motif ekonomi dengan pembukaan lahan dan juga kelalainan masyarakat.

Pada tahun 2015, karhutla menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia dan saat ini penanganan sudah terkoordinasi dan kejadian karhutla juga telah mengalami penurunan yang signifikan.

Atas hal tersebut, pelatihan dan kesiapsiagaan akan terjadinya karhutla harus terus ditingkatkan antar stakeholder. Penindakan hukum agar membuat efek jera kepada pelaku pembakar hutan juga harus terus dilakukan.

Keterangan cover foto: Gabungan dari masing-masing instansi dan stakeholder terkait yang menangani kebakaran hutan lahan (karhutla) di Sumatera Utara menggelar apel siaga yang dilaksanakan di lapangan Polda Sumatera Utara, Selasa (23/3/2021) pagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter your keyword

X