Tim URC Penanganan Virus Hog Cholera Babi Gelar Rapat Evaluasi di Kantor BPBD Provsu

Tim URC Penanganan Virus Hog Cholera Babi Gelar Rapat Evaluasi di Kantor BPBD Provsu

Tim URC Penanganan Virus Hog Cholera Babi Gelar Rapat Evaluasi di Kantor BPBD Provsu

Tim unit reaksi cepat (URC) penanganan virus hog cholera babi dari jajaran Provinsi Sumut dan kabupaten/kota se Sumut menggelar rapat evaluasi dampak lingkungan pembuangan bangkai babi di sungai, jalanan dan danau, serta terkait penegakan hukumnya.

Rapat tersebut digelar di Kantor Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, Jl Medan-Binjai, Km 10,3 Nomor.8, Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (16/11/2019).

Dalam rapat tersebut, turut terungkap bahwa Gubernur Sumut telah mengajukan status darurat atas kematian atau wabah virus hog cholera di Sumut ke Menteri Pertanian (Mentan). Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, M. Azhar Harahap Sp, M.MA.

“Tentang status darurat terkait wabah virus hog cholera babi di Sumut telah diajukan Bapak Gubernur ke Mentan. Untuk itu silahkan kabupaten/kota memperkuat administrasi Dinas Peternakan Provinsi dengan data-data tambahan, sehingga dapat memperkuat penetapan status darurat tersebut nantinya,” katanya.

M. Azhar Harahap Sp, M.MA turut menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada obat menyembuhkan babi yang terserang virus hog cholera tersebut. Namun efektifnya untuk mengatasi virus tersebut masih hanya dapat diatasi lewat langkah pencegahan dan pengendalian.

“Wabah mana bisa distop begitu, karena hog cholera itu belum ada obatnya, hanya pencegahan dan pengendalian saja. Terkait pencegahan terus kita upayakan, sudah kita berangkatkan 17 tim ke kabupaten/kota. Jadi kita bekerja terus untuk kabupaten/kota,” papar M. Azhar Harahap Sp, M.MA.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setdaprov Sumut Andy Faisal, SH, MH yang turut hadir dalam rapat tersebut mengatakan telah menemukan 61 peternak di Medan yang diduga dengan sengaja membuang bangkai babi di sembarang tempat, seperti ke sungai Bedera dan Danau Siombak.

“Indikasi pelaku pembuangan bangkai babi tersebut terus kita dalami. Sejauh ini telah ditemukan 61 peternak yang diduga sengaja membuang bangkai babi ke sembarang tempat seperti ke sungai,” katanya.

Andy Faisal, SH, MH mengatakan, upaya pararel dengan pihak Kepolisian telah dilakukan, sehingga penegakan hukum baik dari sisi aspek lingkungan hidup maupun peraturan daerah dapat berjalan dengan maksimal.

“Kita harapkan pihak Polri juga segera mengambil langkah terkait kewenangan yang ada pada mereka. Pada prinsipnya kita tetap berkoordinasi dengan Polri,” terang Kepala Biro Hukum Setdaprov Sumut.

Kepala BPBD Provsu Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, MSi selaku fasilitator rapat tim URC mengatakan, dirinya diperintahkan langsung oleh Gubernur Sumut untuk memfasilitasi rapat tersebut, meski dilaksanakan pada hari Sabtu, dimana seharusnya kantor-kantor Pemerintahan sedang libur.

“Jadi rapat ini dilaksanakan berdasarkan perintah langsung dari Bapak Gubernur, sehingga undangannya pun agak mendadak. Jadi saya atas nama Bapak Gubernur meminta maaf karena telah menyita hari libur bapak dan ibu sekalian,” kata Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, MSi.

Selain dihadiri oleh tim URC penanganan virus hog cholera babi dari jajaran Provinsi Sumut dan kabupaten/kota se Sumut, rapat tersebut juga dihadiri oleh jajaran Polda Sumut, Polrestabes Kota Medan, dan Polres Kota Binjai.

Keterangan foto: Suasana rapat tim URC Penanganan Virus Hog Cholera Babi yang digelar di Kantor BPBD Provsu, Sabtu (16/11/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X