Tanggap Bencana, Gubsu Intruksikan BPBD Sumut Dampingi Masyarakat Tapteng

Tanggap Bencana, Gubsu Intruksikan BPBD Sumut Dampingi Masyarakat Tapteng

Tanggap Bencana, Gubsu Intruksikan BPBD Sumut Dampingi Masyarakat Tapteng

Mendengar kabar banjir merendam tujuh desa/kelurahan di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara, Rabu (29/1/2019) dini hari, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi pun bergerak cepat dengan memberikan instruksi kepada Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis untuk melakukan pendampingan dan memberi bantuan atas kejadian bencana ini.

“Tadi malam Bapak Gubernur langsung menelpon saya, memberikan instruksi untuk melakukan pendampingan dan memberikan bantuan atas kejadian bencana banjir yang telah merenggut 6 korban meninggal dunia, dan beberapa yang hanyut/hilang sedang dilakukan pencarian” ujar Riadil, saat dihubungi melalui telepon.

Riadil juga menjelaskan bahwa banjir ini sedikitnya telah menggenangi tujuh desa, yakni Desa Kampung Mudik terendam banjir setinggi 2 meter, Desa Pasar terendam terkena luapan air Sungai Aek Sirahar mengakibatkan banjir dan terendamnya pemukiman setinggi 2,5 meter, Desa Bungo Tanjung terendam banjir setinggi 2 meter, Desa Kinali terendam banjir setinggi 2 meter, Desa Ujung Batu terendam banjir setinggi 2 meter, Kelurahan Batu Gerigis terendam banjir setinggi 2 meter dan Kelurahan Padang Masiang terendam banjir setinggi 2 meter. Terhitung sekitar 700 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir.

“Banjir kali ini terjadi diakibatkan oleh derasnya hujan yang turun sejak sore hari dan meluapnya Sungai Sirahar Barus sebagaimana informasi masyarakat setempat dan hasil patroli di lapangan. Personil BPBD langsung menuju ke Tempat Kejadian Bencana (TKB) dan hingga saat ini terus dilakukan evakuasi dan mendata kerugian dan dampak yang terjadi,” terangnya.

Tak hanya sendiri, Pemprovsu melalui Unit Reaksi Cepat (URC) yaitu BPBD – UPT Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial telah melakukan pendampingan di lokasi dengan kegiatan pendirian posko pengungsian – pos kesehatan – penanganan jalan atau tebing yang hancur, pendirian dapur umum dan sedang melakukan evakuasi korban bersama TNI dan Polri serta masyarakat.

Sebelumnya, Gubsu Edy Rahmayadi telah memberi peringatan dini kepada semua Bupati/Walikota se-Sumut atas potensi hujan dan tanah longsor di beberapa titik wilayah Sumut berdasarkan info BMKG dan Badan Geologi. Pemprovsu pun menyatakan turut prihatin atas kejadian bencana banjir di beberapa kabupaten/kota di Sumut seperti di Kabupaten Labura, Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Sehubungan dengan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan memasuki awal musim hujan yakni pada bulan Oktober, November dan Desember. Adapun puncak musim hujan umumnya terjadi pada bulan Januari dan Februari. Maka dengan itu diminta kerjasama Saudara untuk melakukan upaya-upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bahaya angin puting beliung, banjir, dan gerakan tanah longsor,” instruksi Gubernur Edy.

Keterangan foto: Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rabu (29/01/2019) [Idntimes.com]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X