Status Gunung Sinabung Turun dari Awas jadi Siaga, BPBD Sumut: Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Status Gunung Sinabung Turun dari Awas jadi Siaga, BPBD Sumut: Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Status Gunung Sinabung Turun dari Awas jadi Siaga, BPBD Sumut: Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menurunkan status Gunung Sinabung dari Level IV atau Awas menjadi Level III atau Siaga terhitung sejak Senin (20/5/2019).

Penurunan status tersebut sesuai dengan hasil pengamatan visual yang dilakukan PVMBG periode Januari hingga Mei 2019 yang menunjukkan bahwa erupsi mengalami penurunan.

Menurut keterangan PVMBG, pascaerupsi terakhir pada periode Mei 2019, aktivitas Sinabung didominasi oleh hembusan gas. Warna dan intensitas asap hembusan menunjukkan bahwa kandungan gas didominasi oleh uap air dan tidak terdeteksi adanya material batuan yang terbawa ke permukaan.

Adapun pada tanggal 7, 11 dan 12 Mei 2019, terjadi masing-masing dua kali erupsi abu yang relatif tidak besar dan singkat serta satu kali erupsi lava lokal di lubang kecil kawah puncak bertekanan lemah. Erupsi diduga terjadi akibat sumber magma dangkal volume kecil. Erupsi ini relatif kecil bila dibandingkan erupsi magmatik pada periode Februari hingga Juni 2018.

Terkait penurunan status Gunung Sinabung dari Waspada menjadi Siaga, namun masyarakat atau wisatawan tetap diingatkan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, atau wilayah zona merah Sinabung.

Himbauan tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Sumut, Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis MSi saat diminta tanggapannya terkait penurunan status Gunung Sinabung, Selasa (21/5/2019) siang.

“Meski status Gunung Sinabung telah diturunkan, namun masyarakat tetap kita ingatkan agar tidak melakukan aktifitas di lokasi dalam radius 3 km untuk sektor Barat-Selatan, radius 5 km untuk sektor Selatan-Timur, radius 4 km untuk sektor Timur-Utara dan radius 3 km untuk sektor Utara-Barat dari Puncak Gunung Sinabung,” ujar Riadil.

Riadil turut menambahkan bahwa potensi erupsi eksplosif masih ada, bersamaan dengan kejadian awan panas letusan. “Jika terjadi erupsi ancaman hujan abu lebat dapat mencapai lebih dari 3 kilometer tergantung arah dan kecepatan angin,” tutupnya.

Keterangan foto: Ilustrasi Gunung Sinabung yang tampak tenang dari kejauhan (grid.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X