Pengurangan risiko bencana pada tahap pra bencana, merupakan hal yang sangat penting dalam penanggulangan bencana. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala BPBD Sumut, DR. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, M.Si, membacakan sambutan Gubernur Sumatera Utara pada acara Apel Aparatur Sipil Negara yang digelar di lingkungan kantor BPBD Provinsi Sumut, Senin (7/5/2018).

“Bencana berskala besar dapat menghancurkan pencapaian pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang diperjuangkan selama berpuluh-puluh tahun, hanya dalam sekejab, karena bencana, masyarakat yang telah bersusah payah bekerja untuk keluar dari kemiskinan, dapat kembali terperosok ke dalam kemiskinan,” ujar Riadil.

Dengan demikian, Riadil menyampaikan bahwa seluruh elemen masyarakat, serta pemerintah harus semakin menyadari pentingngnya mendorong pembangunan yang sensitif risiko dan mendukung ketangguhan manusia serta aset-aset yang mendukung kehidupan manusia.

“Karakter yang mendasar dari bencana alam adalah tidak dapat dilawan dan dihentikan, tetapi dapat dihindari dengan pengurangan risiko bencana. Pengurangan risiko bencana menjadi begitu penting dan hanya dapat diwujudkan dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” terangnya.

Menurut Riadil, hingga kini provinsi Sumatera Utara telah mengambil sikap dengan memproritaskan program pengurangan risiko bencana, antara lain dengan perkuatan kelembagaan, khurusnya organisasi perangkat daerah yang mengurus kebencanaan, dan semuanya tergabung dalam Tim Reaksi Cepat Organisasi Perangkat Daerah.

Pada kesempatan yang sama, Riadil juga mengingatkan Bupati dan Wali Kota, bahwa urusan penanggulangan bencana harus menjadi urusan strategis dan prioritas dalam perencanaan dan anggaran pemerintah daerah.

“Untuk itu agar segera disusun dan ditetapkan peraturan daerah tentang Penanggulangan bencana dan mengintegrasikan manajemen penanggulangan bencana ke dalam RPJMD dan RTRW Kabupaten/Kota, serta standar pelayanan minimal untuk pelayanan informasi rawan korban bencana, pelayanan, penyelamatan dan evakuasi bencana, serta SPM pelayanan penyelamatan dan evaluasi korban kebakaran,” kata Riadil.

Riadil menegaskan bahwa hal tersebut penting untuk menjamin kehadiran pemerintah daerah di dalam melayanan penderitaan rakyat akibat bencana, juga sekaligus sebagai perwujudan poin pertama Nawa Cita Presiden Republik Indonesia yang mengatakan ‘Menghadirkan Kembali Negara Untuk Melindungi Segenap Bangsa dan Memberikan Rasa Aman Pada Seluruh Warga Negara’.

Foto: Kepala BPBD Sumut DR. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, M.Si (Ilustrasi)