Prakiraan curah hujan di Sumatera Utara untuk bulan Desember 2018, Januari dan Februari 2019 yang dilaporkan BMKG Wilayah I Medan yang memperingatkan di beberapa wilayah Kabupaten/Kota berpotensi curah hujan di atas normal.

Selanjutnya adanya potensi gerakan tanah untuk bulan Desember yang dilaporkan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral melalui situs www.vsi.esdm.go.id, dimana kedua hal ini dianggap dapat berdampak terhadap pemukiman, lahan pertanianan, perkotaan dan infrastruktur lainnya.

Terkait hal tersebut, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengeluarkan Surat Edaran dengan nomor 360/13282/2018 tentang Peringatan Dini Cuaca Ekstrim.

Melalui Surat Edaran yang diterbitkan pada tanggal 27 Desember 2018 tersebut, Gubsu meminta kepada Bupati/Walikota se Sumatera Utara agar melakukan hal-hal berikut:

1. Melakukan sosialisasi kesiapsiagaan antisipasi banjir/longsor kepada masyarakat, terutama di kawasan daerah aliran sungai dari hulu hingga hilir;

2. Menyiagakan sumberdaya Perangkat Daerah, masyarakat dan dunia usaha guna antisipasi terjadinya banjir/longsor di wilayah masing-masing, terutama di kawasan yang rawan terjadi bencana akibat curah hujan yang tinggi;

3. Menata kembali kawasan perumahan, pemukiman, pertanian dan bangunan lainnya yang berada pada kawasan/daerah rawan banjir dengan mempedomani RTRW;

4. Mengadakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) masing-masing kawasan dan daerah;

5. Memproritaskan anggaran untuk kepentingan mitigasi, kesiapsiagaan, peringatan dini dan kedaruratan penanggulangan bencana pada masing-masing daerah;

6. Memanfaatkan informasi dan publikasi cuaca/iklim dari BMKG Wilayah I Medan sebagai awal Peringatan Dini dan memperhatikan peta prakiraan wilayah potensi terjadi banjir dari BMKG Wilayah I Medan melalui website: www.bmkg.go.id dan gerakan tanah melalui situs: www.vsi.esdm.go.id;

7. Melakukan pengawasan/pemantauan terhadap kegiatan yang berpotensi pada alih fungsi, lahan khususnya di sekitar Deli Serdang, Mandailing Natal dan Tapanuli Tengah;

8. Melaporkan upaya kesiapsiagaan antisipasi banjir yang sedang akan dilaksanakan di masing-masing wilayah rawan banjir dan longsor;

9. Membuat posko 24 jam di wilayah masing-masing;

10. Senantiasa menyiapkan SDM (Satgas), Logistik dan peralatan;

11. Mengecek kembali daerah-daerah rawan dan ancaman bencana serta jalan-jalan berpotensi longsor;

12. Senantiasa berkoordinasi dengan OPD terkait, Basarnas, dan TNI/Polri;

13. Standy alat komunikasi (HP) selalu update info BMKG terutama tentang cuaca/iklim.