Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut) turut menghadiri rapat yang digelar Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) terkait pemanfaatan teknologi dalam peringatan dini penanggulangan bencana alam, Rabu (2/1/2019).

Rapat ini digelar di Kantor Balitbang Provsu, Jl. Sisingamangaraja No.188 B, Siti Rejo I, Kota Medan. Dalam rapat tersebut, Kepala Balitbang Provsu Effendy Pohan memaparkan tentang teknologi Geographic Information System (GIS) dalam rangka menjaga ketahanan daerah Sumatera Utara dari ancaman bencana.

Effendy Pohan juga menyebutkan, bahwa sebagaimana hasil kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan Balitbang Provsu mendampingi Wakil Gubernur Sumut ke Rusia pada bulan November tahun 2018 kemarin, terlihat bahwa negara tersebut telah menerapkan teknologi GIS sebagai bagian dari peringatan dini penanggulangan bencana.

“Dengan penerapan teknologi GIS, negara Rusia telah bisa memprediksi gerakan tanah untuk kepentingan pertanian dalam waktu tertentu dan ini juga bermanfaat bagi mengukur potensi gerakan tanah yang mengakibatkan bencana yang kemudian informasi tersebut diteruskan ke media televisi sebagai peringatan dini penanggulangan bencana terhadap masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis turut menyampaikan bahwa Provinsi Sumatera Utara juga telah memanfaatkan teknologi untuk peringatan dini bencana dengan dibangunnya Disaster Information Management System (DIMS).

“DIMS telah selesai dibangun tahun ini dan akan siap terkoneksi dengan BMKG bagian PVMBG dan semua instansi yang memiliki alat-alat peringatan dini atau informasi tentang kebencanaan,” ujar Riadil.

Selain itu kata Riadil, BPBD Provsu juga telah selesai memasang 4 CCTV di Sungai Lau Borus yang berada di Kaki Gunung Sinabung yang terkoneksi dengan Kantor BPBD Provsu. Pemasangan CCTV tersebut berada di kawasan yang dianggap rawan terjadi bencana banjir lahar dingin yang dapat mengancam pemukiman warga dan juga lahan pertanian.

“Begitu terpantau proses lahar dingin sedang mengalir, maka akan disampaikan informasi peringatan dini terhadap masyarakat melalui tombol otoritas seperti halnya tombol peringatan dini tsunami,” ujar Riadil.

"Namun bilamana ada teknologi lain yang lebih membantu dan dapat memprediksi kejadian longsor atau pun banjir bandang yang bisa diterapkan di Sumut juga harus turut dimanfaatkan," tambah Riadil.

Riadil menambahkan, terkait administrasi alat teknologi peringatan dini tersebut, termasuk bagaimana sistem pengadaanya, serta kerjasamanya, maka beberapa waktu yang lalu Wakil Gubernur juga telah meminta BPBD Sumut membahasnya bersama Balitbang Provsu.

“Terkait dengan teknologi DIMS yang telah kita bangun, maka beberapa waktu yang lalu Pak Wakil Gubernur juga telah meminta kita membahasnya bersama Balitbang Provsu,” ujar Riadil.

Dalam rapat tersebut turut dibahas terkait upaya pembangunan teknologi peringatan dini di Sumut, khususnya banjir bandang dan tanah longsor yang akhir-akhir ini kerap terjadi di wilayah Indonesia.

Selanjutnya Kepala Balibang Provsu akan mengupayakan rapat lanjutan di Jakarta dengan mengundang lembaga dari BPPT, BMKG, BNPB, LIPI, PVMBG, Kemendagri dan lembaga terkait lainnya dalam rangka membahas bagaimana Sumut dapat memasang alat Early Warning System (EWS) di zona rawan banjir bandang dan tanah longsor agar masyarakat di Sumatera Utara dapat selamat bila terjadi bencana yang kerap tidak terduga.

Rapat yang digelar tadi sore di Kantor Balitbang Provsu turut dihadiri oleh sejumlah instansi terkait, diantaranya dari Balitbang Provsu, BPBD Sumut, Kominfo Sumut, BMKG Wilayah I Medan, DPRD, serta para pakar kebencanaan di Sumatera Utara.

Keterangan foto: Rapat Pemanfaatan Teknologi untuk Peringatan Dini Bencana yang digelar di Kantor Balitbang Provsu, Jl. Sisingamangaraja No.188 B, Siti Rejo I, Medan Kota, Kota Medan, Selasa (2/1/2019)