Pemprov Sumut Telah Beri Edukasi dan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Kepada Lebih dari 40.000 Warga Masyarakat di Tahun 2019

Pemprov Sumut Telah Beri Edukasi dan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Kepada Lebih dari 40.000 Warga Masyarakat di Tahun 2019

Pemprov Sumut Telah Beri Edukasi dan Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Kepada Lebih dari 40.000 Warga Masyarakat di Tahun 2019

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) telah memberikan pelatihan dan edukasi terkait kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana (PB) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) dan BPBD Kabupaten Kota se Sumut sepanjang tahun 2019.

Pelatihan dan edukasi PB yang digelar oleh BPBD Provsu dan BPBD Kabupaten/Kota tersebut, masing-masing diberikan ke beberapa lembaga, baik lembaga pemerintah, lembaga swasta, relawan, LSM, hingga siswa sekolah mulai dari tingkat Paud dan TK hingga SMA, serta kalangan mahasiswa.

“Dari sekitar kurang lebih 40.000 warga yang telah diberi edukasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana tersebut umumnya dilatih 1.000 hingga 1.500 oleh setiap masing-masing BPBD Kabupaten/Kota se Sumut, sehingga jumlahnya kurang lebih telah mencapai 37.580 orang,” kata Kepala BPBD Provsu Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, MSi.

BPBD Provsu saat memberikan edukasi kesipasiagaan bencana kepada anak-anak TK Methodist 6 Medan, Kamis (21/11/2019)

Adapun untuk BPBD Provsu sendiri telah melatih sebanyak 3.420 warga sepanjang tahun 2019, sehingga secara keseluruhan jumlah telah mencapai 41.000 orang. “Kita berharap, setiap warga masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan dari BPBD dapat pula melatih warga lainnya. Dengan demikian, kesiapsiagaan bencana ditengah-tengah masyarakat akan merata,” kata Riadil.

Kepala BPBD Provsu menambahkan bahwa upaya untuk memberikan pelatihan dan edukasi bencana kepada seluruh lapisan masyarakat di Sumatera Utara sudah menjadi konsen lembaga BPBD, baik tingkat Provinsi dan juga Kabupaten/Kota.

Hal tersebut dinyatakan Kepala BPBD Provsu bukan tanpa alasan, mengingat wilayah Provinsi Sumatera Utara memang sangat rawan terjadi bencana alam. “Terdapat 12 jenis bencana yang berpotensi terjadi di Sumut, yakni seperti banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, banjir bandang, angin puting beliung, kekeringan, letusan gunung berapi, bahkan hingga tsunami,” terangnya.

Karena potensi bencana alam cukup tinggi, sehingga upaya-upaya mitigasi dengan memberikan pelatihan dan edukasi bencana sangat penting dilakukan kepada masyarakat. “Karena daerah kita menjadi salah satu wilayah yang sangat rentan terjadi bencana alam, maka perlu dilakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat Sumatera Utara untuk selalu siaga bencana,” sambungnya.

Peningkatan kapasistas masyarakat untuk siaga bencana tersebut menurut Riadil adalah dalam rangka menurunkan angka risiko bencana, yaitu kematian, korban luka, atau pun kerugian material harta benda.

BPBD Provsu saat memberikan edukasi kesipasiagaan bencana kepada siswa-siswi SMA Negeri 4 Medan, Rabu (6/11/2019)

Riadil turut menambahkan bahwa sadar siaga bencana harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak usia sekolah, karena risiko ancaman bencana terbesar ternyata ada di sekolah, mengingat anak-anak sejak pagi hingga berakhir jam belajar berada jauh dari orang tua.

“Jadi salah satu proritas utama BPBD Provsu adalah memberikan pelatihan dan edukasi kebencanaan kepada siswa-siswi sekolah mulai dari tingkat Paud, TK, SD hingga tingkat SMA,” tutup Riadil.

Keterangan cover foto: Ny Nawal Lubis Edy Rahmayadi dan Ny Sri Mirayu Musa Rajekshah saat menghadiri lomba mewarnai dan melukis dalam rangka meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan bencana bagi anak usia dini tingkat TK dan Paud yang digelar BPBD Provsu, Senin (22/4/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X