Para Peserta Antusias Ikuti Gladi Posko Penanggulangan Bencana yang Digelar BPBD Provsu

Para Peserta Antusias Ikuti Gladi Posko Penanggulangan Bencana yang Digelar BPBD Provsu

Para Peserta Antusias Ikuti Gladi Posko Penanggulangan Bencana yang Digelar BPBD Provsu

Para peserta Gladi Posko Penanggulangan Bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) tampak serius mengikuti kegiatan yang digelar pada Kamis (21/11/2019) di Hotel Patra Comfort, Kabupaten Simalungun.

Gladi Posko tersebut diikuti oleh BPBD Kabupaten/Kota se Sumut, Basarnas, BMKG, TNI dan Polri, serta sejumlah jajaran OPD Pemprov Sumut dengan menghadirkan sejumlah instruktur baik dari TNI dan Polri, BPBD, serta relawan kebencanaan.

Adapun skenario gladi posko tersebut terkait bencana tanah longsor yang dilaporkan masyarakat desa ke pihak perangkat desa. Pihak perangkat desa meneruskan informasi tersebut kepada pihak kecamatan.

Para peserta terlebih dahulu melakukan rapat untuk mendiskusikan skenario Gladi Posko bencana tanah longsor

Selanjutnya pihak kecamatan meneruskan laporan kepada BPBD Kabupaten. Mendapatkan laporan dari pihak kecamatan, BPBD Kabupaten pun menugaskan personilnya melakukan pemantauan kejadian bencana dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengamanannya.

Hasil pemantauan kejadian bencana oleh BPBD Kabupaten, menemukan beberapa rumah dan bangunan tertimbun tanah longsor dan akses jalan turut terputus. BPBD Kabupaten berkoordinasi dengan Pos SAR perihal kemungkinan terdapat korban jiwa pada peristiwa tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten menghadap Bupati dan melaporkan terkait kejadian bencana yang terjadi. Atas laporan Kepala BPBD, Bupati pun menugaskan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang terdiri dari 14 organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan kaji cepat bencana, serta melakukan koordinasi dengan OPD terkait untuk menugaskan personilnya dalam menangani bencana tanah longsor

Kajian dari TRC mengungkapkan bahwa telah terjadi longsor dan mengakibatkan jalan antar provinsi terputus sejauh 2 km, beberapa rumah dan bangunan tertimbun longsor, dibutuhkan peralatan berat, dibutuhkan upaya pencarian dan penyelamatan korban, dibutuhkan perlindungan sementara bagi masyarakat yang terdapak, serta hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan longsor susulan.

Hasil kajian tersebut pun disampaikan kepada Bupati oleh TRC sekaligus merekomendasikan agar menetapkan status bencana. Mempertimbangkan hasil kajian, Bupati akhirnya menetapkan status darurat bencana tingkat kabupaten.

Skenario Gladi Posko saat TRC melaporkan terkait temuannya di lapangan ke Bupati

Berkenaan dengan status darurat bencana yang telah ditetapkan, maka Bupati yang bertindak menjadi penanggung jawab penanggulangan bencana, Kodim dan Kapolres sebagai Wakil penanggung jawab, serta Kepala BPBD bertindak selaku sekretaris.

Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana (PDB) tanah longsor pun dibentuk dari beberapa OPD terkait yang bertugas melakukan penyaluran logistik dan peralatan, pelayanan kesehatan, serta tempat penampungan sementara bagi korban/pengungsi.

Turut dibentuk Pos Pendamping PDB yang akan melakukan kajian terkait dampak perekonomian dan penghidupan masyarakat atas kejadian bencana yang terjadi, melakukan pendataan terhadap masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau bangunan yang tertimbun longsor, serta melakukan kajian terhadap perlunya rehabilitasi dan rekonstruksi atas dampak bencana.

Sebelumnya, Ketua Panitia Kegiatan, Muhammad Ridwan, ST yang juga merupakan Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Provsu mengatakan, kegiatan Galdi Posko dilaksanakan dengan maksud membangun kesadaran dan kesiapsiagaan aparatur BPBD se Sumut dan stakeholder terkait terhadap bencana melalui gladi yang diikuti.

Kegiatan Gladi Posko/Latihan Gabungan Penanggulangan Bencana yang digelar BPBD Provsu turut berkerjasama dengan TNI/Polri dan Basarnas, serta didukung pula oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dengan membentuk Pos Pelayanan Kesehatan.

Serangkaian kegiatan berlangsung selama 4 hari, yakni mulai tanggal 19 s/d 22 November 2019 yang dimulai dengan registrasi peserta pada hari pertama, pembukaan dan pemaparan materi terkait kebencanaan yang menghadirkan beberapa narasumber di hari kedua, pelaksanaan gladi posko di hari ketiga, serta penutupan akan dilaksanakan pada hari keempat.

Keterangan cover foto: Kasi Sarpras dan Waslat Rindam I/BB Letkol Antoni Sahala Marpaung, SE pimpin Gladi Posko dengan skenario terjadinya bencana tanah longsor yang digelar BPBD Provsu di Hotel Patra Comfort, Kabupaten Simalungun, Kamis (21/11/2019).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X