Kepala BNPB: Destinasi Wisata Super Proritas Indonesia Perlu Dukungan dari BPBD

Kepala BNPB: Destinasi Wisata Super Proritas Indonesia Perlu Dukungan dari BPBD

Kepala BNPB: Destinasi Wisata Super Proritas Indonesia Perlu Dukungan dari BPBD

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah mencanangkan sejumlah destinasi wisata super proritas yang akan dikembangkan secara serius pada tahun 2020. Disisi lain, masing-masing destinasi wisata yang akan menjadi potensi penerimaan negara tersebut juga memiliki potensi ancaman bencana di sekitarnya.

Dengan demikian, pengurangan risiko bencana dianggap sangat penting dalam meningkatkan keamanan serta membangun kepercayaan para wisatawan untuk berwisata ke Indonesia yang tanggap dan siap dengan potensi bencana yang ada disekitarnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo berharap agar kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah potensi pariwisata tersebut harus lebih diperkuat.

“Kita sangat memerlukan sistem dan manajemen yang lebih kuat di daerah pariwisata sehingga BPBD bisa melakukan berbagai langkah yang berhubungan dengan pencegahan, mitigasi, pengurangan risiko serta meningkatkan kesiapsiagaan kepada masyarakat dan para wisatawan,” ujar Kepala BNPB pada Rapat Koordinasi Perwujudan Pariwisata Aman di 10 Destinasi Pariwisata yang digelar di Graha BNPB, Jumat (3/1/2020) kemarin.

Doni turut menghimbau agar masing-masing BPBD dapat membuat proposal yang berisi kajian terkait potensi ancaman bencana yang ada di wilayah sekitar destinasi wisata dan didukung dengan data para ahli atau pakar untuk diberikan kepada Deputi Bidang Sistem dan Strategi Ir. Wisnu Widjaja, M.Sc, sehingga dapat segera diketahui kebutuhan dan program yang harus dilakukan untuk mendukung program Destinasi Pariwisata Aman Bencana.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio yang turut hadir pada Rapat Koordinasi tersebut mengungkapkan bahwa aspek keamanan dan keselamatan dari bencana merupakan hal yang paling diperhatikan para wisatawan saat memilih destinasi wisata.

“Pentingnya rasa aman dan nyaman, security and safety adalah salah satu top of mind dari tujuan wisata. Kami sudah berkoordinasi dengan BNPB bagaimana menciptakan manajemen krisis dan hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika terjadi bencana,” kata Wishnutama.

Pada kesempatan atas permintaan Pimpinan Rapat untuk menerima masukan dari daerah, Kepala BPBD Provsu Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, MSi menyampaikan bahwa Gubernur Sumatera Utara telah menerbitkan keputusan untuk Tim Penyusun Rencana Kontigensi Wilayah Pariwisata/Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba yang mencakup 7 wilayah Kabupaten/Kota.

“Bapak Gubernur Sumut telah menerbitkan keputusan untuk Tim Penyusun Rencana Kontigensi Wilayah Pariwisata/Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba, proposal tersebut telah kami sampaikan ke BNPB,” kata Riadil.

Sementara untuk menindaklanjuti arahan dari Kepala BNPB untuk meningkatkan kualitas peralatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), BPBD Provsu akan segera akan menyampaikan usulan kepada BNPB dalam pemenuhan sarana dan peralatan yang dibutuhkan untuk wilayah Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba.

“Dalam meningkatkan kualitas peralatan yang kita butuhkan untuk Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba adalah kapal cepat yang cukup, perahu karet, juga personel yang mampu untuk menjadi tenaga-tenaga resque. Jadi konsentrasi kita pada tahap awal adalah memberikan pelayanan dan jaminan penyelamatan kepada korban bencana bila terjadi,” tutup Riadil.

Keterangan foto: Rapat Koordinasi Perwujudan Pariwisata Aman di 10 Destinasi Pariwisata yang digelar di Graha BNPB, Jumat (3/1/2020)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X