Kegiatan Pengembangan Kapasitas Relawan PB BPBD Provsu Hadirkan Sejumlah Narasumber

Kegiatan Pengembangan Kapasitas Relawan PB BPBD Provsu Hadirkan Sejumlah Narasumber

Kegiatan Pengembangan Kapasitas Relawan PB BPBD Provsu Hadirkan Sejumlah Narasumber

Pada hari kedua pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Relawan Penanggulangan Bencana (PB) yang dilaksanakan oleh BPBD Provinsi Sumatera Utara (Provsu) di Siantar Hotel, Jl. WR. Supratman No.03, Pematang Siantar, Selasa (19/11/2019) menghadirkan sejumlah narasumber dengan berbagai materi yang disampaikan kepada peserta.

Narasumber pertama yang membawa materi adalah Kasubdit Peran Organisasi Sosial Masyarakat BNPB, Drs. Wartono dengan judul paparan Perspektif dan Implementasi Relawan PB. Dalam paparannya Drs. Wartono menekankan agar para relawan harus terlebih dahulu memberikan pemahaman tentang PB itu terlebih dahulu kepada keluarga masing-masing.

“Karena mitigasi bencana harus dilakukan mulai dari kesiapsiagaan individu dan seterusnya lingkup keluarga. Selanjutnya terhadap komunitas dan masyarakat luas,” kata Kasubdit Peran Organisasi Sosial Masyarakat BNPB.

Dalam menyampaikan paparan kepada para peserta kegiatan Pengembangan Kapasitas Relawan PB, Drs. Wartono juga turut memberikan pemahaman terkait evakuasi, dapur umur dan materi terkait Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD).

Pemateri selanjutnya dibawakan oleh Koordinator Pos SAR Parapat, Octo Albert Tambunan dengan judul materi Mekanisme Operasi SAR Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Dalam paparannya Koordinator Pos SAR Parapat menyebutkan bahwa di SAR juga memiliki relawan, yaitu Potensi SAR.

Simulasi PPGD yang dilaksanakan pada kegiatan Kegiatan Pengembangan Kapasitas Relawan PB yang digelar BPBD Provsu

“Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pembinaan Potensi SAR, dimana potensi itu terdiri dari sumber daya manusia, teknologi, sarana dan prasarana, serta hewan terlatih,” kata Octo Albert Tambunan.

Seiring materi yang dibawakan oleh Octo Albert Tambunan, turut dilakukan simulasi pertolongan oleh relawan saat terjadi bencana. Beberapa peserta kegiatan juga turut diajak saling berintraksi dan diajarkan berbagai cara melakukan pertolongan dalam operasi SAR.

Sementara itu Sofrinal Fadli Pulungan, AMK dari PMI Pematang Siantar juga turut menjadi salah satu pemateri yang khusus memberikan paparan kepada peserta kegiatan terkait PPGD. Dalam paparannya Sofrinal Fadli Pulungan, AMK mengatakan bahwa pertolongan pertama merupakan pemberian pertolongan kepada penderita atau korban yang memerlukan medis dasar.

“Upaya medis dasar itu dilakukan dengan cara membuka jalan nafas, membalut, menutup luka, sampai dengan mengevakuasi korban, termasuk itu dengan medis dasar. Tujuannya adalah menyelamatkan nyawa, mencegah terjadinya cacat,” ujarnya.

Materi selanjutnya dibawakan oleh Eka Darmayanto, SE dari Tagana dengan paparan tentang Dapur Umum. Dalam paparanya, disebutkan bahwa dapur umum diselenggarakan oleh lembaga pemerintah seperti BNPB, BPBD, dan Dinas Sosial. Namun bisa juga diselenggarakan oleh kelompok relawan atau masyarakat.

“Pada kondisi-kondisi tertentu ada kalanya dapur umum yang diselenggarakan pemerintah memiliki keterbatasan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Hal ini bisa terjadi pada kejadian bencana yang bersifat masif, sehingga dalam kejadian seperti demikian dapur umum yang diselenggarakan oleh kelompok masyarakat juga sangat diharapkan,” kata Eka Darmayanto, SE.

Sementara Ketua Relawan Rapi Sumut, Suprianto, ST yang turut menjadi narasumber, dalam paparannya menyampaikan materi terkait pengendali sistem komunikasi. Menurutnya, saat bencana terjadi peran komunikasi juga sangat dibutuhkan.

“Saat terjadi bencana alam dimana jalur komunikasi dan listrik terputus, maka keberadaan radio amatir akan menjadi salah satu bagian krusial dalam penyebaran informasi yang valid pada penanggulangan bencana,” kata Suprianto, ST.

Simulasi PPGD juga dilakukan Hipgabi Sumut dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Relawan PB yang digelar BPBD Provsu

Sementara Ketua Relawan Rapi Sumut, Suprianto, ST yang turut menjadi narasumber, dalam paparannya menyampaikan materi terkait pengendali sistem komunikasi. Menurutnya, saat bencana terjadi peran komunikasi juga sangat dibutuhkan.

“Saat terjadi bencana alam dimana jalur komunikasi dan listrik terputus, maka keberadaan radio amatir akan menjadi salah satu bagian krusial dalam penyebaran informasi yang valid pada penanggulangan bencana,” kata Suprianto, ST.

Sesi materi terakhir dibawakan oleh Syahferi Anwar, S.Kep, NS. M.Si dari Hipgabi Sumut dengan paparan tentang dukungan psikososial bencana. Syahferi Anwar, S.Kep, NS. M.Si menerangkan bahwa tujuan dukungan psikosisial adalah mengembalikan individu pasca kejadian bencana dari keadaan trauma.

“Jadi tugas kita saat terjadi bencana adalah mengembalikan kepercayaan diri para korban, sehingga kuat secara mental dan terlepas dari keadaan trauma,” kata Syahferi Anwar, S.Kep, NS. M.Si.

Kegiatan Pengembangan Kapasitas Relawan PB yang digelar BPBD Provsu turut diikuti oleh sejumlah organisasi relawan di Sumut, diantaranya Palang Merah Indonesia (PMI), Aksi Cepat Tanggap (ACT), Rumah Zakat, HIPGABI Sumut, Potensi SAR, Indonesia Volunteer Society, Pramuka Pematang Siantar, Satgas BPBD Pematang Siantar, Bansom Mitra Polisi, TKP, GP Ansor, KNPI Pematang Siantar, Human Initiative PKPU, Banser, serta kalangan mahasiswa dari Universitas Simalungun.

Keterangan cover foto: Pemateri sedang menyampaikan paparan terhadap para peserta Kegiatan Pengembangan Kapasitas Relawan PB yang dilaksanakan BPBD Provsu, Selasa (19/11/2019).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X