Ini Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Dairi yang Terjadi pada 18 Desember 2018

Ini Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Dairi yang Terjadi pada 18 Desember 2018

Ini Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Dairi yang Terjadi pada 18 Desember 2018

Intensitas curah hujan yang cukup tinggi, mengakibatkan terjadinya tanah longsor pada lereng perbukitan di beberapa titik lokasi dan bahan material ini terbawa aliran sungai, sehingga menimbulkan banjir bandang di sejumlah desa di Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, Selasa (18/12/2018) lalu.

Sebanyak 3 desa turut menjadi terdampak banjir bandang di Kecamatan Silima Pungga-pungga, diantaranya Desa Longkotan, Desa Bongkaras dan Desa Bonian.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, terdapat 7 orang korban dalam peristiwa ini, yakni 4 orang yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan 3 orang diantaranya masih hilang.

Selain mengakibatkan korban jiwa, peristiwa banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Silima Pungga-pungga telah mengakibatkan sejumlah dampak lainnya. Berikut perinciannya sebagaimana yang dicatatan BPBD Sumut berdasarkan keterangan Kepala Desa setempat:

Desa Longkotan
– Sawah Rusak: Sekitar 120 Ha
– Lahan Holtikultura Rusak: Sekitar 24 Ha
– Sepeda Motor Rusak: 5 unit
– Kenderaan roda empat rusak: 1 unit
– Rumah Beserta Isinya Hanyut: 4 unit

Desa Bongkaras
– Pabrik Tahu Rusak: 1 unit
– Sawah Rusak: sekitar 50 Ha
– Perladangan Rusak: sekitar 50 Ha
– Jembatan rusak: 3 unit
– Perpipaan Air Minum Rusak: 500 meter
– Irigasi persawahan Rusak di 3 Lokasi: Sikalombun, Batu Kapur dan Simatas
– Jalan pertanian Rusak: sekitar 5 Km
– Dam Penahan Rusak: 4 unit
– Gully Plug Rusak: 4 unit
– Tembok Penahan Jalan Rusak: sekitar 100 meter
– Ternak: Belum Terdata
– Pondok di Perladangan yang Rusak: 50 unit

Desa Bonian:
– Persawahan Rusak: 50 Ha
– Perladangan Rusak: 10 Ha
– Akses Jalan Rusak: 40 Meter
– Jembatan Rusak: 1 unit
– Plat Beton Rusak: 1 unit
– Temboh penahan jalan rusak: sekitar 300 meter
– Irigasi Persawahan Rusak: 300 Meter
– Ternak dan Ikan: Belum Ada

Dalam rangka mitigasi bencana banjir bandang yang kemungkinan masih terjadi kedepan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan melakukan rehabilitasi hutan dan lahan. Selanjutnya akan diupayakan juga pembuatan bangunan konservasi tanah dan air.

Keterangan foto: Sisa bekas terjangan banjir bandang di Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi yang terjadi pada 18 Desember 2018 yang lalu, mengakibatkan lahan persawahan dan perladangan warga setempat turut ikut rusak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X