Gubsu: Mengantisipasi Terjadinya Karhutla jadi Salah Satu Fokus Pemprovsu

Gubsu: Mengantisipasi Terjadinya Karhutla jadi Salah Satu Fokus Pemprovsu

Gubsu: Mengantisipasi Terjadinya Karhutla jadi Salah Satu Fokus Pemprovsu

Sesuai dengan perintah Presiden RI Joko Widodo, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) di tahun 2020. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi saat memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pengendalian Karhutla bersama unsur Forkopimda yang digelar di Kantor Gubernur, Jl. Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (12/02/2020).

Gubernur menyampaikan bahwa dirinya telah dipanggil menemui Presiden Ri Joko Widodo beberapa waktu lalu di Jakarta untuk membicarakan antisipasi/pengendalian Karhutla di sejumlah provinsi khususnya di Sumatera Utara.

Permasalahan Karhutla dianggap serius mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, karena dampakanya bahkan sampai hingga negara tetangga. “Dari kejadian-kejadian ini, Presiden meminta kita agar hal ini diantisipasi. Karena di Februari 2020 ini juga ada 30 Hektare lahan yang terbakar di Karo,” kata Edy Rahmayadi.

Terkait hal tersebut Gubernur menekankan agar petugas terkait mulai dari pemerintah kabupaten/kota, TNI dan Polri aktif mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat terjadi. “Kepala daerah diharapkan dapat mengalokasikan anggaran untuk langkah mengantisipasi dan pencegahan Karhutla. Sehingga jika ditemukan titik api, bisa langsung diambil tindakan pemadaman,” ujarnya.

Selanjutnya kepada pengusaha pemilik lahan juga dingiatkan agar tidak melakukan pembakaran hutan untuk tujuan perluasan lahan karena biaya murah. “Terkhusus kepada yang punya lahan tolong jangan macam-macam. Memang saya tahu untuk perluasan lahan adalah dengan membakar hutan karena biaya murah, tetapi tolong jangan lakukan itu,” ujar Gubernur.

Dalam rangka memperkuat Tim Terpadu Karhutla yang telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 188/2017, Gubernur juga meminta agar kelompok masyarakat dan desa-desa peduli api dalam pencegahan Karhutla perlu diaktifkan. “Manfaatkan data hotspot BMKG sebagai bentuk peringatan dini, termasuk antisipasi perubahan iklim agar bisa dicarikan solusi permanen untuk Karhutla,” terangnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, MSi yang turut mendamping Gubernur dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pengendalian Karhutla menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan seluas 30 Hektare baru-baru ini terjadi di perbukitan perbatasan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Simalungun.

“Dengan Rakorda yang digelar ini kita berharap kebakaran hutan dan lahan tidak semakin meluas di Sumut. Apalagi sebagaimana kita ketahui bersama bahwa musim kemarau juga sedang terjadi yang tentunya sangat rentan menyebabkan terjadinya Karhutla,” kata Riadil.

Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pengendalian Karhutla turut dihadiri oleh Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilah, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, mewakili unsur Forkopimda lainnya, bupati/walikota se-Sumut, BPBD kabupaten/kota se-Sumut dan kalangan pengusaha.

Keterangan foto: Kepala BPBD Provsu Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, MSi turut mendampingi Gubsu Edy Rahmayadi saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) pengendalian Karhutla bersama unsur Forkopimda yang digelar di Kantor Gubernur, Jl. Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (12/02/2020). [Sumber: Humas Pemprovsu]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X