Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Tinjau Langsung Lokasi Banjir Bandang di Madina

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Tinjau Langsung Lokasi Banjir Bandang di Madina

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Tinjau Langsung Lokasi Banjir Bandang di Madina

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi mengunjungi langsung lokasi terdampak bencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal yang terjadi pada, Jumat (12/10) lalu.

Kunjungan Gubernur berlangsung selama dua hari, mulai Senin,15 Oktober 2018 hingga 16 Oktober 2018 yang didampingi oleh Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Azhar Harahap, Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Abdul Haris Lubis, Kadis SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang Lukmanul Hakim, Kadis Kesehatan Agustama, Kadis Pendidikan Arsyad Lubis, Kadis Kehutanan Harlen Purba, Kepala BWSS II Roy P Pardede, serta sejumlah pejabat lainnya.

Selain menginap di lokasi desa yang terdapak bencana, Gubernur juga melakukan tahlilan malam bersama warga dan pengungsi. Selanjutnya, Gubernur turut meninjau beberapa lokasi pertanaian dan perkebunan kopi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi desa.

Saat meninjai beberapa lokasi pertanian dan perkebunan kopi ini, Gubernur turut didampingi oleh beberapa pejabat setempat, seperti Bupati Madina, Dandim, Kapolres, Kejaksaan, dan tokoh masyarakat.

Usai meninjau lokasi pertanian dan perkebunan, Gubernur juga turut meninjau calon relokasi pemukiman, sekolah/madrasah yang direncanakan di seputar pembangunan SMK Perkebunan.

Melanjutkan kunjungannya, Gubernur juga turut meninjai Pesantren Babussalam Alahankae di Kecamatan Ulu Pungkut. Serta menyempatkan waktunya bersilaturahmi dengan warga Desa Muara Saladi, Desa Alahankahe, dan Desa Hutagadong.

Saat berdialog dengan warga, Gubernur menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah banjir bandang di Madina. “Pertama ini wujud belasungkawa kepada masyarakat. Kedua, kita mencari solusinya. Ini musibah yang harus kita cari jalan keluarnya sekarang. Jadi secepatnya kita kerjakan,” kata Edy Rahmayadi, Senin (15/10/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan terkait rencana relokasi yang akan dilakukan terhadap lokasi yang terkena banjir bandang mengingat tofografi di lokasi berbukit dan terjadi, sehingga dianggap tidak memungkinkan lagi ditempati.

“Atas lokasi yang terkena banjir bandang direncanakan akan kita relokasi, baik pemukiman, sekolah/madrasah yang berada di sempadan sungai. Relokasi dilakukan karena berkaitan dengan tofografi lokasi yang berbukit dan terjal, sehingga dari segi keselamatan tidak memungkinkan lagi ditempati,” ujar Gubernur.

Gubernur juga meminta Bupati Madina untuk mencari lokasi pengganti lahan untuk pembangunan sekolah dan pemukiman penduduk. Adapun untuk solisi pemukiman dan pendidikan, serta kesehatan akan dibangun 1 unit SMK Perkebunan, pembangunan beberapa Sekolah Dasar, merehap satu unit masjid, membangun 1 unit polindes, serta menyiapkan pemukiman baru untuk 75 kepala keluarga di Kecamatan Ulu Pungkut.

Selanjutnya para pengungsi juga terus dimonitor kehidupannya, termasuk kebutuhan logistik untuk masyarakat terdampak. Adapun tindakan untuk siswa SD dan Madrasah yang sekolahnya rusak berat, sementara waktu akan menumpang di sekolah SD lain.

Sementara itu, Kepala BPBD Provsu Riadil Akhir Lubis menyampaikan, Posko Pemprovsu/BPBD, Posko Kesehatan, Posko TNI/Polri, Posko Kemensos, Dapur Umum, Pos Komando, akan tetap berjalan dan terus hadir di lokasi bencana.

“Selain posko, pembersihan lokasi bencana akan terus dilanjutkan sampai hari ini yang dilakukan oleh masyarakat, Basarnas, TNI/Polri, BPBD, serta Polhut. Bantuan dari berbagai elemen lembaga dan masyarakat terus berdatangan dan kita ucapkan terima kasih atas bantuan tersebut,” ujar Riadil, Selasa (16/10/2018).

Riadil turut merinci bahwa Gubernur juga turut memberikan santunan dan logistik kepada 17 korban anak SD/Madrasah yang selamat dari bencana, begitu juga terhadap 2 guru madrasah yang selamat, 1 karyawan Bank Sumut yang selamat, serta memberikan logistik kepada Pos Utama.

Riadil menambahkan bahwa lokasi longsor yang berada di jalan-jalan provinsi (11 titik) telah dibuka dan dapat dilalui kenderaan sejak hari Minggu, dan lokasi genangan banjir dan terputus di Jalan Nasional Pantai Barat (Kecamatan Natal) masih terus diperbaiki oleh pihak Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Wilayah I.

“Sementara lokasi banjir di kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Madinan yang terdiri dari 11 kecamatan telah surut dan masyarakat telah kembali beraktivitas. Berdasarkan data BMKG, lokasi di Kabupaten Madina berpotensi hujan terus dan berlanjut sore hingga malam hari. Untuk itu diminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan atas banjir dan longsor,” ujar Riadil.

Adapun jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Madina menurut Riadil masih 17 orang. “Sampai dengan hari ini belum ada lagi laporan masyarakat atas kehilangan keluarganya,” tutup Riadil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X