Capaian Penanganan Bencana 2019

Capaian Penanganan Bencana 2019

Capaian Penanganan Bencana 2019

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) telah merealisasi sejumlah kegiatan dalam tugasnya melakukan pendampingan terhadap Kabupaten/Kota, khususnya dalam upaya percepatan penanggulangan bencana erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo pada Tahun Anggaran 2019 melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Ada 6 OPD Pemprovsu yang turut melaksanakan kegiatan pendampingan dalam mendukung percepatan penanggulangan erupsi bencana Gunung Sinabung di Kabupaten Karo untuk Tahun Anggaran 2019, diantaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Bina Marga, Dinas Pertanian, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan dan Dinas Pendidikan.

Kepala BPBD Provsu Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, M.si mengatakan, BPBD Provsu sendiri di Tahun Anggaran 2019 telah menggelar sejumlah pendampingan kegiatan dalam percepatan penanggulangan bencana erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo.

“Pemprovsu melalui BPBD telah menggelar sejumlah kegiatan pendampingan di Tahun Anggaran 2019, diantaranya pemulangan 1.100 KK ke 5 desa asal, yaitu Desa Tiga Pancur, Kuta Tengah, Jeraya, Pintu Besi dan Kuta Gugung,” kata Riadil, Senin (21/01/2020).

Adapun rincian dari 1.100 KK dari 5 desa yang dipulangkan tersebut, yaitu warga Desa Tigapancur (323 KK), Desa Kuta Tengah (196 KK), Desa Jeraya (221 KK), Desa Pintu Besi (86 KK) dan Desa Kuta Gugung (274 KK).

Riadil menambahkan bahwa BPBD Provsu juga telah melakukan upaya pendampingan terhadap perbaikan 5 unit jambur dan 5 unit pembangunan sarana air bersih. “Masing-masing desa dibangun 1 unit jambur dan 1 unit sarana air bersih. BPBD Provsu juga telah melakukan peningkatan kehidupan berkelanjutan bagi masyarakat ke-5 desa tersebut, serta secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi,” terangnya.

Adapun kondisi pengungsi erupsi Gunung Sinabung hingga saat ini masih terdapat di pengungsian Hunian Sementara (Huntara), yaitu di 74 unit Huntara yang dihuni warga dari Desa Mardingding dan 20 unit Huntara yang dihuni warga dari Desa Kuta Tengah.

Telah diserahkan pula uang sewa rumah dan sewa lahan kepada warga yang berasal dari 3 desa dan 1 dusun, yaitu Desa Mardingding, Desa Sukanalu, Desa Sigarang-garang dan Dusun Lau Kawar, dimana uang sewa rumah dan sewa lahan tersebut bersumber dari DSP BNPB yang telah disalurkan pada tanggal 27 Desember 2019.

Kepala BPBD Provsu Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, M.si berfoto di salah satu rumah relokasi korban erupsi Gunung Sinabung di Siosar, Kabupaten Karo

Rincian rumah yang sudah terbangun hingga awal tahun 2020, yakni Relokasi Tahap I sebanyak 473 unit yang dibangun oleh Pemprovsu di tahun 2018, relokasi tahap II sebanyak 1.521 unit di tahun 2018, tahap II lanjutan sebanyak 144 unit di tahun 2019, dan relokasi tahap ke III sebanyak 170 unit di tahun 2019, sehingga total rumah yang sudah terbangun mencapai 2.308 unit.

Sementara untuk pembangunan infrastruktur tahap ke III telah dilakukan upaya proses pencabutan tunggul kayu untuk usaha lahan tani dan akan berlanjut di tahun 2020. Kemudian infrastruktur dasar permukimanan juga akan dilakukan berupa jalan lingkungan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, Persampahan, Penerangan Jalan Lingkungan, dan Penataan Lingkungan yang sedang dalam proses pengerjaan.

Pada tahun 2019 juga telah terbangun 28 unit Sabodam oleh BWS II (Kemenpupera) yang terletak di 3 desa, yaitu di Desa Perbaji, Sukatendel dan Kutambaru. Ke-28 Sabodam tersebut dilalui oleh Sungai Perbaji, Lau Borus dan Bakerah.

Keterangan cover foto: Kepala BPBD Provsu Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis, M.si mendampingi pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengunjungi relokasi korban erupsi Gunung Sinabung di Siosar, Kabupaten Karo baru-baru ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X