BPBD Sumut akan Susun Renkon untuk Kawasan Wisata Danau Toba

BPBD Sumut akan Susun Renkon untuk Kawasan Wisata Danau Toba

BPBD Sumut akan Susun Renkon untuk Kawasan Wisata Danau Toba

Kawasan Danau Toba, Menurut Peraturan Presiden RI no.58 Tahun 2017 termasuk kedalam proyek strategi nasional untuk 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Adapun Kawasan Pariwisata Danau Toba terbentang ke dalam 8 (delapan) kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Samosir, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Simalungun, Dairi, Karo dan Pakpak Bharat. Adapun kawasan Kabupaten Pakpak Bharat ditetapkan berdasarkan atas deliminasi Daerah Tangkapan Air (Catchment Area).

Tujuan penetapan kawasan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, dengan menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 1.000.000 orang per tahun.

Terkait keberadaan Kawasan Wisata Danau Toba yang kini ditetapkan sebagai KSPN oleh Pemerintah Pusat, sehingga penyusunan rencana kontijensi (Renkon) bencana gempabumi dianggap perlu segera dirancang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPBD Sumut Dr. Ir. H. Riadil Akhir Lubis MSi baru-baru ini. Menurutnya, dengan masuknya Danau Toba menjadi bagian KSPN yang ditargetkan akan dikunjungi 1.000.000 wisatawan per tahunnya, sehingga perlu dilakukan upaya pengurangan risiko bencana apabila sewaktu-waktu terjadi.

“Penyusunan Renkon pada dasarnya adalah proses identifikasi dan penyusunan rencana yang didasarkan pada ancaman yang mungin terjadi dari potensi bencana yang ada. Ketika bencana itu datang sewaktu-waktu, sehingga dampak dan jumlah korban serta asset dapat diminimalisasi,” kata Riadil.

Area manajemen Renkon sendiri dipilih berdasarkan beberapa titik rawan dan risiko bencana dengan frekwensi dan intensitas yang tinggi. Risiko tinggi tersebut didasarkan kepada data historis, tanah dan lahan, aspek kemiringan lahan, buruknya standar bangunan dan infrastruktur, juga kepada penduduk yang berada di kawasan Danau Toba yang memiliki destinasi wisata.

Riadil menambahkan, proses penyusunan Renkon ini akan dilakukan dengan beberapa tahapan sebagai berikut:

Sosialisasi

Seluruh stakeholder dalam 1 (satu) wilayah kebencanaan teknik dahulu dilakukan pembelajaran agar memahami identifikasi bencana dan pengertian tentang Rencana Kontijensi.

Kajian Risiko Bencana

Kajian Risiko Bencana didasarkan kepada ketersediaan data sekunder dari KRB dan IRB data historis serta hasil kajian baru. Ketiga sumber data dikombinasi untuk menetapkan pilihan/penentuan Rencana Kontijensi jenis bencana yang akan dirancang. Output dari Kajian Risiko Bencana (KRB) adalah kajian risiko dan peta 1 : 50.000.

Penyusunan Rencana Kontijensi/Skenario

Penyusunan Rencana Kontijensi bersifat partisipatif oleh stake holder pada wilayah tertentu. Dalam penyusunan Rencana Kontijensi ini dibuat skenario yang sesuai kajian risiko bencana, yang memuat:

  • Rambu dan Papan Informasi;
  • Lokasi yang diperkirakan terkena dampak bencana;
  • Lokasi pengungsian;
  • Jumlah dan karakteristik penduduk yang terkena;
  • Akses penduduk untuk mendapatkan bantuan;
  • Waktu lamanya bantuan diperlukan;
  • Profil pengungsi;
  • Total kebutuhan.

Konsultasi Publik

Konsultasi publik berupa pertemuan untuk menyampaikan hasil draft Rencana Kontijensi kepada masyarakat untuk mendapatkan penyempurnaan.

Finalisasi Rencana Kontijensi

Pembuatan Dokumen Rencana Kontijensi Bencana yang dikerjakan oleh panitia sebagai tim perumus dan finalisasi dokumen.

Uji Coba Rencana Kontijensi, Table Top Exercise (TTX) dan Gladi Posko

Untuk melatih kemampuan manajerial dan koordinasi dalam menghadapi darurat bencana sesuai cluster yang sudah ditetapkan dalam dokumen Rencana Kontijensi. Peserta TTX menerapkan manajemen darurat bencana dengan koordinasi, kolaborasi, integrasi, belajar mengambil keputusan, serta melaksanakanhasil keputusan untuk merespon dan mengatasi semua masalah akibat bencana.

Penyerahan Rencana Kontijensi

Degalisasi Rencana Kontijensi Bencana ini disahkan dengan Surat Ketetapan Kepala Daerah/ atau Bupati.

Keterangan foto: Ilustrasi Danau Toba yang masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (simadanews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X