BPBD Provsu Wujudkan Program Membangun Desa Menata Kota Melalui Pemberdayaan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana/Keltana)

BPBD Provsu Wujudkan Program Membangun Desa Menata Kota Melalui Pemberdayaan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana/Keltana)

BPBD Provsu Wujudkan Program Membangun Desa Menata Kota Melalui Pemberdayaan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana/Keltana)

Dalam rangka mewujudkan program Membangun Desa Menata Kota yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rejeckshah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) telah merekrut sebanyak 25 orang tenaga Fasilitator Daerah Tangguh Bencana (Fasda) di tahun 2019.

Kepala BPBD Provsu Dr Ir. H. Riadil Akhir Lubis, MSi menerangkan, 25 orang tenaga Fasda tersebut telah ditempatkan di 16 Kabupaten/Kota se Sumatera Utara dengan tugas untuk melakukan fasilitasi dan pendampingan kepada masyarakat desa/kelurahan dalam mengidentifikasi ancaman, kerentanan serta kapasitas untuk menghadapi bencana.

Selanjutnya menurut Riadil, tenaga Fasda juga akan melakukan fasilitasi dan pendampingan kepada masyarakat desa/kelurahan dalam menyusun dokumen penanggulangan bencana, serta melakukan fasilitasi dan pendampingan untuk berkoordinasi dengan para pihak dalam rangka internalisasi dokumen penanggulangan bencana dalam rencana pembangunan desa/kelurahan.

Riadil turut menyampaikan bahwa di Sumut sejauh ini telah dibentuk lebih dari 200 Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana/Keltana) hingga akhir tahun 2019. Seiring semakin banyaknya Destana/Keltana yang terbentuk, maka tenaga Fasda juga semakin dibutuhkan dalam memberikan fasilitasi dan pendampingan.

“Dengan semakin banyaknya Destana/Keltana yang terbentuk, maka hal ini kita harapkan dapat melindungi masyarakat di kawasan rawan bencana dari dampak-dampak merugikan akibat bencana. Begitu pula Destana/Keltana ini dapat meningkatkan peran masyarakat, khususnya kelompok rentan dalam mengelola sumber daya untuk mengurangi risiko bencana,” kata Riadil.

Disamping itu, keberadaan Destana/Keltana menurut Riadil akan meningkatkan kapasistas kelembagaan masyarakat dalam mengelola sumber daya dan pemeliharaan kearifan lokal bagi pengurangan risiko bencana (PRB).

Tenaga Fasda Diberikan Pelatihan di Kantor BPBD Provsu pada Bulan Februari 2019

“Destana/Keltana juga diharapkan akan meningkatkan kapasitas pemerintah dalam memberikan dukungan sumber daya dan teknis bagi PRB, meningkatkan kerjasama antara para pemangku kepentingan dalam PRB, pihak pemerintah daerah, lembaga usaha, perguruan tinggi, LSM, organisasi masyarakat, dan kelompok-kelompok lainnya yang peduli,” terangnya.

Riadil menyebutkan, bahwa secara menyeluruh keberadaan tenaga Fasda yang telah direkrut dapat mendukung program Pemprov Sumut untuk mewujudkan program Membangun Desa Menata Kota.

“Sebagaimana program Membangun Desa Menata Kota yang digagas Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, melalui BPBD Provsu kita hadirkan tenaga Fasda menjadi salah satu sarana untuk mendukung program tersebut,” tutup Riadil.

Keterangan cover foto: Tenaga Fasda yang direkrut BPBD Provsu mendapatkan pelatihan di Kantor BPBD Provsu pada bulan Februari 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Enter your keyword

X